Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan target yang telah terlampaui itu terutama berasal dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu setelah "train" B mulai berproduksi pada kapasitas penuh 185.000 barel per hari semenjak Januari 2016.
Kontributor terbesar "lifting" minyak lainnya adalah Blok Rokan, Pertamina EP, Mahakam, dan Offshore Northwest Java (ONWJ). Sedangkan lima blok terbesar untuk gas adalah Mahakam, Berau, Pertamina EP, Corridor, dan Senoro-Toili.
Presiden ExxonMobil Indonesia Daniel Wieczynski mendatangi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan guna membahas kemajuan kontrak Blok East Natuna. "Mereka (ExxonMobil) melaporkan mengenai kemajuan East Natuna," kata Luhut.
Menurut mantan Menko Polhukam itu, pembahasan meliputi perbaikan kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) di blok yang nantinya dikelola konsorsium pimpinan PT Pertamina (Persero). Konsorsium itu juga beranggotakan PTT Thailand.
Luhut menuturkan, sesuai permintaan pemerintah, konsorsium menyetujui untuk terlebih dahulu melakukan pengembangan minyak. "Mereka akan mulai dengan yang ada minyaknya dulu, baru nanti yang ada gasnya," tuturnya.