Kerajinan Kerang Pesanan demi pesanan kerajinan yang datang, membuat Darmaya memberanikan diri membuka usaha kerajinan dengan membuka kios di wilayah Mas-Ubud, dengan mengusung merek "Caspla Bali".
Modalnya ketika itu hanya Rp3 juta untuk sewa kios per tahun. Barang-barang kerajinan yang dipajang hanya untuk contoh, jumlahnya masing-masing satu kerajinan. Pemasaran dilakukan secara online, dengan membuat delapan website sekaligus.
Darmaya membuat delapan website untuk melihat kerajinan apa yang paling diminati konsumen. Ternyata sekitar 90% peminat kerajinan, lebih banyak menyukai kerajinan berbahan kerang.
Melihat respons konsumen tersebut, Darmaya memilih fokus membesarkan usaha kerang dan mendirikan "workshop" di Pemogan-Denpasar.
Saat ini, lanjut Darmaya, ada 1.500 desain kerang yang ditawarkannya. Mulai harga puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah. Peminat dari berbagai negara, khususnya dari Tiongkok, Dubai, dan Italia, paling banyak melakukan order kerajinan. Selain itu, negara-negara dari Afrika pun kini banyak yang memesan kerajinan kerang.
Pemesanan itu dikirim melalui kargo dengan nilai antara Rp300 juta hingga Rp600 juta per kontainer. Tak salah jika dalam satu bulan, omzet yang berhasil diraih Darmaya bisa mencapai Rp2 miliar.