JAKARTA - Indonesia sedikit lagi memiliki moda transportasi yang dapat dibanggakan dan bersaing dengan negara ASEAN lainnya, yakni Mass Rapid Transit (MRT). Tercatat, pembangunan MRT Jakarta secara keseluruhan progres konstruksi atau pembangunan sudah 68,98% per 31 Maret 2017.
Sementara, untuk underground section progres konstruksi sudah 84,47% dan elevated section sudah 53,62%. Dengan capaian ini, PT MRT Jakarta meyakini progres penyelesaian fase I tidak akan molor jadi jadwal. MRT Jakarta menyebut, kereta bawah tanah ini bisa beroperasi efektif pada Maret 2019.
"Kalau progres seperti ini terus kita harapkan sampai akhir tahun (2017) bisa 90% di dapat. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas pengertian masyarakat di Fatmawati yang mengizinkan progres konstruksi dikerjakan," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar di Bakoel Koffee, Jakarta, Senin 3 April 2017.
William melanjutkan, melihat progres saat ini diharapkan pertengahan tahun 2018 prasarana dan sarana MRT Jakarta sudah bisa diintegrasikan. Tujuannya, supaya pada Maret 2019 sudah bisa mulai operasi.
"Setelah integrasi dilakukan kita akan coba run selama 3 bulan untuk tahap uji coba. Kita operasikan kereta tanpa penumpang," ujarnya.