Satgas Pangan Kawal Impor 75.000 Ton Garam

Ulfa Arieza, Jurnalis
Jum'at 28 Juli 2017 20:16 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Proses impor garam konsumsi sebanyak 75.000 ton akan dikawal oleh Satgas Pangan. Pengawasan akan dilakukan hingga garam konsumsi sampai ke tangan konsumen.

Dirtipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya menjelaskan bahwa pengawasalan ini akan dilakukan oleh sinergi Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bareskrim Polri bersama Satgas Pangan.

 Baca juga: Alasan Pemerintah Impor 75.000 Ton Garam

"Kita akan kawal dari proses pengadaan garam secepatnya ini. mekanisme ke end user," ujarnya di Gedung Pusat Kemendag, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Agung melanjutkan, pengawasan ini dilakukan untuk memastikan agar tidak terjadi penyelewengan dalam distribusi garam impor. Sehingga, impor garam ini tidak dapat dimanfaatkan oleh oknum - oknum tertentu untuk mengambil keuntungan.

"Kita ingin pastikan proses ini tidak ada perembesan. Kita akan lakukan ini bersama Polda dan sampai ke tingkat Polres ini yang ingin kita sampaikan. Kemudian garam sampai di tujuan," ujarnya.

Sekadar informasi, Kementerian Perdagangan akhirnya membuka keran impor garam konsumsi, dari Australia untuk mengatasi kelangkaan garam. PT Garam menjadi perseroan yang akan melaksanakan impor ini. Prosesnya akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2017. Ada tiga pelabuhan yang bakal menjadi pintu masuk impor, yaitu Pelabuhan Ciwandan, Banten, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya