Manajemen juga memastikan siap menanggung beban biaya bagi eksportir maupun importir yang harus mengeluarkan biaya tambahan apapun akibat kontainer yang tertahan di terminal JICT bertepatan dengan aksi mogok kerja yang dilakukan oleh sekira 600 karyawannya.
"Penutupan dari tanggal 3, dari jam 3 subuh sampai 3 sore. Kami tutup karena kami perlu konfigurasi sistem-sistem kita untuk melakukan operasi kembali. Setelah itu, kami buka kembali untuk delivery. Jadi para importir kontainer yang masih ada di JICT silahkan diambil, sampai sekarang juga masih kami buka," terangnya.
"Pada periode penutupan itu, kami akui memang itu periode sengaja kami tutup, kalau ada biaya di periode itu, akan kami tanggung. Misalnya ada biaya penumpukan, biaya storage, ataupun biaya-biaya yang timbul di antara biaya itu jadi tanggungan perusahaan," tambahnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)