JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya meningkatkan transaksi di pasar saham domestik salah satunya mendorong perusahaan sekuritas menggunakan fasilitas pembiayaan yang nantinya disediakan PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) atau securities financing.
"Asumsi yang paling menarik adalah menjalankan securities financing, Insya Allah jalan November ini. Kalau broker menggunakan fasilitas itu sebesar Rp100 miliar, maka jika ada 30 broker yang ikut akan ada tambahan transaksi senilai Rp3 triliun," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Kamis.
Baca Juga: Wihh.. Jumlah Investor Aktif di BEI Naik 20%
Saat ini, Tito Sulistio mengatakan bahwa rata-rata nilai transaksi harian di BEI mencapai sekitar Rp7,3 triliun hingga Rp7,4 triliun. Dengan demikian, nilai transaksi harian di BEI tahun depan diperkirakan dapat mencapai Rp9 triliun.
Selain itu, lanjut Tito, nantinya Pendanaan Efek Indonesia juga akan memberikan fasilitas Pinjam Meminjam Efek (PME) atau Lending and Borrowing yang juga diharapkan turut meningkatkan aktivitas transaksi di pasar modal domestik.
Baca Juga: Melantai di Bursa Lewat Mekanisme Backdoor Listing
"Lending and Borrowing diharapkan bisa jalan pada Maret tahun depan," ucapnya.
Di sisi lain, lanjut Tito Sulistio, bertambahnya jumlah perusahaan tercatat atau emiten juga akan turut mendorong nilai transaksi harian meningkat. Pada 2018, BEI kembali menargetkan sebanyak 35 perusahaan bakal melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
"Sepanjang tahun ini sudah terdapat 24 perusahaan yang telah resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Sampai akhir tahun ini optimistis di atas 30 perusahaan," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)