A380 dikembangkan dengan biaya 11 miliar Euro untuk menampung sekitar 500 orang dan menantang pemerintah Boeing 747.
Tapi permintaan untuk goliath bermesin empat ini telah turun saat maskapai penerbangan memilih model bermesin kembar yang lebih kecil dan yang lebih mudah untuk diisi dan dirawat.
Baca Juga: Buka Bengkel Pesawat di Indonesia, Airbus Disarankan Gaet Mitra Lokal
Emirates, bagaimanapun telah menjadi orang yang sangat percaya pada A380 dan dengan mudah menjadi pelanggan terbesar dengan total pesanan 142 pesawat yang telah memakan waktu lebih dari 100 unit.
Pembicaraan antara Airbus dan Emirates atas pesanan baru untuk superjumbo seharga USD16 miliar mogok di Dubai Airshow bulan lalu. Perundingan dikatakan telah dilanjutkan. Namun, tidak ada tanda-tanda yang jelas bahwa kesepakatan sudah dekat.
Meskipun maskapai penerbangan seperti British Airways telah menyatakan minatnya pada A380, Airbus enggan untuk menjaga agar pabriknya tersebut dapat tetap terbuka tanpa kepastian bahwa pesanan Emirates secara massal akan diberikan.