Baca Juga: Wah! Ketemu Menko Luhut, Airbus Bakal Bangun Bengkel Pesawat Militer di Indonesia
Emirates pada bagian ini menginginkan sebuah jaminan bahwa Airbus akan mempertahankan produksi selama satu dekade untuk melindungi investasinya.
Keputusan untuk membatalkan akan menandai perpecahan antara Airbus dan salah satu pelanggan terbesarnya dan mengikat pertumbuhan masa depan Emirates ke pesanan Boeing baru-baru ini.
Sumber-sumber dari Eropa mengatakan bahwa ini mencerminkan pengaruh Amerika yang berkembang di Teluk di bawah Presiden Donald Trump. Namun, sumber industry Amerika dan UEA menolak masuknya masalah politik.
(Dani Jumadil Akhir)