Ia mengungkapkan, biasanya ada sekitar 25 botol sambal yang terjual setiap Minggunya atau sekitar 100 botol setiap bulannya. Namun, jika pesanan sedang melonjak, ia mengaku dapat menjual lebih dari 70 botol setiap Minggunya. Bahkan, rekor penjualannya pernah mencapai 115 botol sambal cakalang yang terjual dalam seminggu.
Sedangkan hambatan yang dialaminya selama menjalani bisnis ini hanya datang dari ketersediaan bahan-bahan dan harga bahan dasar yang kadang mengalami kenaikan. Sedangkan hambatan yang datang dari pesaing yang memiliki produk yang sama, ia mengaku mengatasinya dari sisi rasa dan sosialisasinya ke masyarakat. “Kami sangat yakin bisa bersaing dari segi rasa yang utama dan branding yang kami jalani selama ini,” tukasnya.
Tidak hanya itu, ia juga mengatakan ingin terus membuat inovasi pada bisnisnya ini. salah satunya adalah dengan menyediakan ukuran yang bervariasi agar pembeli dapat menyesuaikannya dengan kebutuhannya. “Tapi ini sedang prepare untuk size lebih kecil,” ungkapnya.
Pemilik SPICYDEPT ini juga menambahkan tips berbisnisnya. Ia mengatakan hal utama yang perlu diperhatikan ketika berbisnis adalah kualitas produk. Tidak hanya itu, ia juga menambahkan untuk melakukan branding yang sesuai dengan sasaran. “Branding yang sesuai dengan citra yang diinginkan oleh brand serta diminati oleh target market dan tentunya selalu konsisten menjaga itu semua,” tutupnya.
(Fakhri Rezy)