"Masalahnya ada infrastructure dasar ada infrastruktur yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sinilah kita harus mulai melihat potensi swasta dan BUMN dalam mendukung investasi infrastruktur yang nantinya mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain infrastruktur dasar yang mendorong pengentasan kemiskinan yang hampir 100% dibiayai oleh APBN," jelas dia.
Baca Juga: 10 Tahun Urus Citarum Sendirian, Aher: Hari Ini Sejarah Baru
Sekadar informasi, kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2015-2019 sebesar Rp4.769 triliun. Adapun APBN dan APBD hanya mampu membiayai sebesar Rp1.951,3 triliun atau setara dengan 41,3%.
Sisanya, sebanyak Rp2.817,7 triliun atau setara 22,2% akan dialokasikan untuk BUMN dan sebesar Rp1.751,5 triliun atau setara 36,5% diharapkan berasal dari partisipasi pihak swasta.
(Martin Bagya Kertiyasa)