Dia khawatir bahwa jika ini dibiarkan, maka penambang kecil yang terpaksa jual rugi ke PLN, akhirnya menghentikan kegiatannya. Dampaknya tidak saja berkurang pasokan untuk PLN sebanyak 5 juta ton, namun yang mesti dicermati adalah dampak lanjutannya.
"Berapa banyak orang yang akan kehilangan mata pencahariannya, dan tentunya pendapatan daerah setempat juga akan terdampak," kata Hendra.
Terpisah, anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengungkapkan, agar perusahaan tambang batu bara di Sumatera tidak kolaps, perlu diberikan semacam insentif fiskal.
“Misalnya dengan pemberian kredit modal kerja yang melibatkan perbankan dengan bunga rendah,” tandasnya. Apalagi industri batu bara di Sumatera melibatkan ratusan ribu tenaga kerja dan memberikan pemasukan yang besar kepada pemda. “Industri batu bara di Sumatera juga harus efisien,” ujar dia. (Anton C)
(Dani Jumadil Akhir)