Bisnis Kuliner Pedas Gak Ada Matinya, dari Maicih hingga Seblak Jeletet

Koran SINDO, Jurnalis
Sabtu 31 Maret 2018 11:18 WIB
Bisnis kuliner pedas tidak ada matinya. (Foto: Shutterstock)
Share :

BERBISNIS merupakan salah satu pilihan bagi siapa pun yang ingin memperoleh penghasilan. Salah satu bisnis yang menjanjikan dari dulu sampai saat ini, yaitu bisnis makanan.

Berbisnis makanan seolah-olah tidak ada matinya. Berbagai macam bisnis makanan tersedia di sekitar kita, tanpa terkecuali bisnis makanan dengan ciri khas rasa tersendiri, seperti bisnis makanan pedas yang saat ini banyak digemari.

Makanan pedas memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Lidah orang Indonesia yang terbiasa dengan rasa pedas, menjadi alasan bisnis ini berpeluang besar. Berikut ini beberapa bisnis makanan pedas di Indonesia yang memiliki tempat di hati para penggemarnya.

1. KERIPIK SINGKONG MAICIH, Berawal dari Kesukaan Pribadi

Berawal dari kesukaan pribadi menyantap makanan pedas, terutama keripik pedas, Dimas Ginanjar Merdeka atau yang akrab disapa Bob Merdeka ini mengembangkan bisnis makanan pedas, yaitu keripik singkong. Bisnis keripik singkong yang dimilikinya diberi nama Keripik Singkong Maicih yang berdiri mulai tahun 2010.

Keripik pedas Maicih dilambangkan dengan sosok nenek ramah yang bersahaja. Lambang ini oleh Bob Merdeka dipilih karena memudahkan penetrasi produk ke pasar. Selain itu dianggap bahwa orang akan lebih menyukai tokoh yang dituakan. Pemilihan nama Maicih karena pemilik CV Maicih ingin mengejar nama lokal Sunda sehingga mudah dikenal pasar.

Sebelumnya, ada beberapa pilihan nama seperti Maijah, Maipah, Maeroh, dan lain-lainnya, namun tidak jadi dipilih. "Pada zamannya keluar pertama kali, kami diuntungkan dengan adanya bahasa plesetan ‘alay’ yang memplesetkan kata terima kasih menjadi ‘maacih’.

Sehingga mudah sekali masuknya, karena pelafalannya sangat familier dengan bahasa populer kala itu," kata Bob Merdeka. Dalam berbisnis makanan pedas, yaitu keripik pedas, Bob Merdeka memiliki strategi khusus saat memulai bisnis ini. Fokus awalnya hanya menjual keripik pedas seunik dan sekreatif mungkin.

Tidak hanya itu, strategi bisnis keripik ini juga berbeda. Memanfaatkan akun Twitter @maicih lewat tagar #maicih, distribusi dan promosi dilakukan. Kini, Bob Merdeka berhasil menyulap makanan favorit masa kecil menjadi produk berkelas yang siap bersaing dengan produk lainnya. Kendala dalam berbisnis tentu ada. Hal ini dipandang sebagai tantangan untuk maju.

Bagi Bob Merdeka yang dilakukan ialah fokus pada solusi. Justru tantangan terbesar ketika menjalankan bisnis makanan pedas ini terletak pada masalah sumber daya manusia yang membutuhkan banyak pelatihan terkait komunikasi, kepemimpinan, serta negosiasi. Dalam bisnis ini dibutuhkan lebih banyak soft skill dibandingkan hard skill .

Bisnis makanan pedas tidak ada matinya. Namun, dibutuhkan strategi dan cara-cara agar bisnis tersebut dapat berjalan dengan lancar. "Tips dan trik berbisnis makanan pedas yang paling penting adalah sikap untuk berjuang. Kreativitas, inovasi, dan hal lainnya menyusul jika kita punya sikap yang benar dalam berwirausaha.

Percuma punya ide bagus sekalipun, inovatif, tapi eksekusinya lemah karena tidak punya sikap sebagai pengusaha. Mindset dan mentalnya harus benar, jangan mudah menyerah karena tantangan.

Bangkit lebih banyak daripada jatuhnya. Itu yang terpenting," kata Bob Merdeka ketika ditanya terkait tips dan trik bisnis makan pedas di Indonesia. Saat ini peluang bisnis makan pedas masih sangat besar. Pasar makanan pedas di Indonesia sangat luas karena kuliner Indonesia yang hampir setiap daerahnya memiliki cita rasa pedas. Apabila dikerjakan dengan serius, bisnis makan pedas sangat menjanjikan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya