"Dalam masa liburan ini kita sempatkan lakukan pertemuan-pertemuan," ujarnya.
Kementerian Perhubungan sebelumnya masih terus melakukan kajian mengenai nilai investasi dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Termasuk juga di dalamnya adalah mengkaji porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan swasta dalam pembiayaan proyek kereta cepat tersebut.
(Ilustrasi : Shutterstock)
Budi Karya mengatakan, dari hasil kajian tersebut, untuk sementara pemerintah menentukan jika 20-30 persen pembiayaan berasal dari swasta. Artinya 70 persen sisanya merupakan anggaran dari pemerintah lewat APBN.
Baca Juga : 70% Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Dibiayai APBN