JAKARTA - Pemerintah berencana menaikan jumlah barang konsumsi dan bahan baku impor yang akan distop menjadi 900. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari yang sebelumnya hanya 500 barang impor saja.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk menstabilkan neraca perdagangan. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang terus melebar.
"Kita akan review 900 barang impor," ujarnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (24/8/2018).