JAKARTA – Melamar pekerjaan adalah langkah awal seseorang untuk bisa bekerja di kantor idaman. Maka, proses pelamaran kerap diibaratkan sebagai masa penjajakan, yang akan ditindaklanjuti ke jenjang berikutnya, yakni fase interview.
Salah satu situ yang situs mediasi antara perekrut dan pencari pekerja, LinkedIn, biasanya menjadi tolak ukur. Baik baik perusahaan nasional maupun internasional.
Dilansir oleh Okezone dari Business Insider, Kamis (13/9/2018), Marc Diskstein dan Evangelia Leclaire membagikan beberapa kesalahan umum yang orang-orang buat saat melamar pekerjaan.
1. Hanya menuliskan jabatan pekerjaan saja
“Ini adalah kesempatan yang bagus untuk menunjukkan personal brand Anda, yang biasanya bukan prioritas bagi mereka yang membuat jabatan pekerjaan,” kata Dickstein.
Daripada mengatakan bahwa Anda hanya seorang software engineer, katakanlah bahasa pemrograman atau bidang apa yang Anda khususkan.
2. Rangkuman dalam profil tidak menjelaskan tentang passion, apa yang dicari di LinkedIn, atau apa yang membedakan Anda dengan yang lainnya
Banyak orang yang tidak mau menulis ringkasan. Menurut Dickstein itu adalah masalahnya.
"(Ringkasan Anda) Harus menunjukkan gairah dan kegembiraan Anda tentang apa pun yang dilakukan -dan ingin lakukan," kata Dickstein.
3. Foto yang tidak professional
“Jika profil LinkedIn Anda kosong dan gambar Anda terlihat seperti potongan dari foto grup dari pernikahan keluarga, pasti perekrut akan melewatinya,” ujar Leclaire.
Dickstein mengatakan, Anda tidak perlu menyewa seorang fotografer profesional, tetapi pastikan kepala Anda terlihat, latar belakangnya sederhana, wajah ditunjukkan dengan jelas, dan Anda mengenakan pakaian bisnis kasual.
4. Tidak menjelaskan bagaimana keunggulan dalam pekerjaan sebelumnya
Beralih ke bagian pengalaman, Anda akan memerlukan lebih dari sekadar nama perusahaan dan jabatan Anda. "Nama perusahaan lama Anda dan jabatan Anda tidak secara efektif menggambarkan pencapaian Anda," kata Dickstein.
"Perekrut ingin memahami tantangan apa yang Anda hadapi dan taktik yang Anda gunakan,” tambahnya.
(Feb)
5. Tidak ada rekomendasi
Temukan beberapa rekan kerja, baik dulu maupun sekarang, dan tawarkan untuk memperdagangkan beberapa rekomendasi.
“Catatan itu harus mencerminkan bukan hanya apa yang Anda lakukan di tempat kerja, tetapi bagaimana Anda melakukannya, terutama ketika Anda bekerja sama dengan orang lain,” kata Dickstein.
6. Tidak mengunggah post terbaru
Kim Infanti, direktur eksekutif di Kantor Alumni Universitas Syracuse, mengatakan bahwa Anda harus memposting sesuatu minimal satu kali dalam seminggu.
Anda juga mungkin ingin mencoba menulis artikel untuk memamerkan keahlian Anda pada topik yang diberikan. Artikel-artikel ini bisa mendapatkan ribuan orang yang melihat.
7. Tidak memiliki apa pun di profil Anda yang menunjukkan Anda memiliki hobi atau minat
Jalan terbaik untuk memperlihatkan hobi dan minat Anda adalah dengan memposting kegiatan Anda sehari-hari.
8. Tidak memanfaatkan fitur pencarian di LinkedIn
Manfaatkan berbagai opsi pencarian yang Anda miliki di LinkedIn, yang memungkinkan Anda untuk mencari orang atau pekerjaan berdasarkan lokasi, industri, perusahaan, dan banyak filter lainnya.
9. Tidak membangun hubungan dengan perekrut
Membangun dan memelihara hubungan dengan beberapa perekrut. Ajukan pertanyaan tentang prioritas dan apa yang menjadi fokus.
“Jelajahi bagaimana Anda dapat membantu, menambah nilai, dan menetapkan harapan tentang seberapa sering Anda akan menyentuh basis,” ujarnya.
(Feb)
(Rani Hardjanti)