Bedanya, di #CrazyRichSurabayan, meski kaya raya, mereka dianggap berpenampilan sederhana.
Warganet pun bertanya-tanya, apakah tagar ini mengandung kebenaran?
Menurut ekonom INDEF, Bhima Yudhistira, jika dilihat dari struktur ekonominya, Surabaya memang tempatnya warga kelas menengah ke atas.
Dia menjelaskan bahwa 58% kontributor pertumbuhan ekonomi nasional ada di Jawa, dan di Jawa pertumbuhan itu terpusat pada Jakarta dan Surabaya.
"Produk domestik regional bruto Surabaya 24% dari seluruh Jawa Timur," kata Bhima. Kota itu punya 873 industri besar dan sedang, yang menyerap 152.000 tenaga kerja.
Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa perekonomian Surabaya tumbuh dengan pesat jika dilihat dari data BPS pada 2014-2017.