"Selain itu ada banyak Penanaman Modal Asing dari Korea, Jepang dan lain-lain. "Penerbangan langsung juga adalah indikator perkembangan ekonomi suatu kota. Di Surabaya, maskapai besar punya penerbangan langsung sehingga tidak perlu ke Jakarta," kata Lana.
Menurut data BPS, pada 2017 bandara Juanda di Surabaya adalah bandara dengan lalu lintas penumpang dan barang terbesar kedua setelah Jakarta. Ada 7,9 juta orang yang melintas per tahun, dan 45.400 ton barang.
Lana mengaku tidak tahu berapa banyak kelas menengah ke atas yang ada di Surabaya. Tapi yang pasti, "Di Surabaya juga ada Putra Sampoerna, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang jaringan bisnisnya sudah tidak diragukan lagi," kata dia.
(Rani Hardjanti)