JAKARTA - Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setidjawarno berpendapat sinergi dari perusahaan BUMN karya dinilai mampu untuk membangun kereta api koridor Jakarta-Surabaya dengan penambahan jalur rel peningkatan kecepatan kereta.
"Beberapa BUMN telah membuktikan bisa membangun jalur kereta cepat di sejumlah daerah dan diharapkan bisa membangun koridor Jakarta-Surabaya," ujar Djoko Setidjawarno dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (18/12/2018).
Melihat karya dari BUMN yang sudah dapat membangun konstruksi LRT Sumatera Selatan PT Waskita Karya, LRT Jabodebek PT Adhi Karya, LRT Jakarta PT Wijaya Karya, sarana LRT Sumatera Selatan dan sarana kereta bandara PT Inka, persinyalan PT LEN, operator PT KAI, seyogyanya sejumlah BUMN itu dapat bersinergi membangun koridor ini.
Baca Juga: Kabar Terbaru Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Senilai Rp60 Triliun
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT sudah mengkaji dan meneliti untuk meningkatkan kecepatan kereta di koridor Jakarta-Surabaya sepanjang 714,7Km.
Pemerintah memutuskan peningkatan kecepatan kereta api dengan membangun satu jalur tambahan dengan lebar spoor 1.067 mm (narrow gauge), kecepatan maksimum operasi 160 km per jam. Beberapa segmen jalan rel layang atau elevated track sepanjang 46 km di 12 lokasi terpisah terutama yang melintas di dalam kota, seperti Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Surabaya.
Di Semarang akan dibangun jalan rel layang terpanjang, yakni 9,5 km. Untuk naik turun penumpang ada empat stasiun, yaitu Stasiun Manggarai di Jakarta, Stasiun Kejaksaan di Cirebon, Stasiun Tawang di Semarang dan Stasiun Pasar Turi di Surabaya.
Sepanjang koridor ini terdapat 25 stasiun operasi. Stasiun operasi ada yang dua jalur sebanyak 10 stasiun dan 3 jakur ada 15 stasiun. Tiga jalur salah satunya untuk emergency dan sarana pemeliharaan. Jalur steril dari perlintasan sebidang dengan dibangun 124 jalan layang dan 339 jalan underpass, juga jembatan penyeberangan orang.
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Jadi Dibangun atau Tidak?
Operasi KA Ekspres dengan waktu tempuh 5 jam 38 menit hanya delapan kali sehari. Perkiraan biaya langsung pembangunan keseluruhan Jakarta sampai Surabaya adalah Rp83,01 triliun termasuk flyover dan lahan, serta Rp 67,1 triliun dengan tidak termasuk flyover.
"Pemda juga dapat berperan membantu proses pembebasan lahan. Di wilayah perkotaan dibuat rel layang dapat menghilangkan semua perlintasan sebidang. Kota yang disinggahi kereta ini diharapkan dapat mengembangkan transportasi umum sebagai kelanjutan perjalanan dari dan ke stasiun," kata dia.
Menurut Djoko, tidak harus mencari utang dari luar negeri atau badan donator pemberi pinjaman. Dia berpensapat skema tersebut sebenarnya kurang menguntungkan bagi anak bangsa untuk berkarya dan berinovasi mengembangkan perkeretaapian Indonesia ke depan. "Berilah kesempatan BUMN untuk membangun perkeretaapian nasional," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)