JAKARTA - Investor yang juga miliarder kawakan George Soros mengeluarkan peringatan tentang ancaman mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), terutama buatan China.
Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, George Soros mengatakan, kecerdasan buatan menimbulkan ancaman fana yang dibuat China sebagai rezim yang represif.
Baca Juga: Unicorn dengan Kecerdasan Buatan Terbesar di China
Bagi Soros, China bukan satu-satunya negara otoriter di dunia, Namun China adalah negara yang paling kuat dan maju secara teknologi.
“Ini membuat Xi Jinping (Presiden China) menjadi lawan paling berbahaya dari masyarakat terbuka,” katanya seperti dikutip Forbes, Jakarta, Selasa (29/1/2019).
Baca Juga: Miliarder George Soros Borong Saham Spotify dan Pandora Senilai Rp2,58 Triliun
China secara luas dianggap berada di garis depan dalam pengembangan AI bersama dengan Amerika Serikat (AS). Kedua negara mengeluarkan miliaran dolar untuk mengembangkan teknologi dengan harapan akan mendapat hasil.
Selain itu, Soros mengatakan, sistem kredit sosial di China yang saat ini sedang diluncurkan di seluruh negeri untuk menentukan kepercayaan setiap warga negara akan memberikan Xi kendali penuh atas rakyat.
Selain itu, Soros mengatakan bahwa ia ingin menarik perhatian pada risiko yang disajikan China.
"Karena Xi adalah musuh paling berbahaya dari masyarakat terbuka, kita harus menaruh harapan pada rakyat China, dan terutama pada komunitas bisnis dan elit politik yang bersedia menegakkan tradisi konfusianisme," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)