Orang Kaya di Dunia Harus Dikenakan Pajak Lebih Besar, Begini Penjelasan Richard Branson

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis
Jum'at 15 Februari 2019 06:02 WIB
Foto: Richard Branson (AFP)
Share :

Sementara itu, sebagian besar pemimpin bisnis bernilai tinggi bersikeras bahwa sektor swasta jauh lebih siap untuk memperbaiki masalah utama saat ini daripada birokrasi pemerintah yang tidak efisien atau terbebani.

 Baca Juga: Miliki Rp448 Triliun, Superman dari Hong Kong Jadi Orang Terkaya di Negaranya

Bahkan, beberapa orang, seperti guru investasi Warren Buffett, telah lama menyerukan pajak yang lebih tinggi bagi orang kaya. Dia menulis bahwa inilah saatnya untuk "berhenti memanjakan orang kaya" dan mendistribusikan kekayaan dengan lebih adil.

Di New York Times yang sekarang terkenal dengan op-ed dari 2011, Buffett menulis, "Teman-teman saya dan saya telah dimanja cukup lama oleh Kongres yang ramah miliarder. Sudah waktunya bagi pemerintah kita untuk serius tentang pengorbanan bersama."

Buffett juga mengatakan dia tidak melihat tarif pajak yang lebih tinggi menghambat investasi. "Orang berinvestasi untuk menghasilkan uang, dan pajak potensial tidak pernah membuat mereka takut," katanya.

 Baca Juga: Sri Mulyani: Pekerja Diganti Robot, Siapa yang Bayar Pajak?

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya