JAKARTA - Pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut memberikan dampak positif. Selain membantu meningkatkan daya saing karena adanya pembangunan, ternyata membuat harga tanah di sekitar infrastruktur merangkak naik.
Contohnya, pembangunan infrastruktur di sektor transportasi yakni Moda Raya Terpadu/Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. MRT Jakarta diresmikan pada 24 Maret 2019.
Baca Juga: MRT Jakarta Dongkrak Harga Tanah Lebak Bulus hingga Blok M
Berikut fakta-fakta MRT membuat harga tanah merangkak naik seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (31/3/2019).
1. Jalur Dilalui MRT Kerek Harga Properti
Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan, sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti.
Keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah. Terealisasinya MRT Jakarta Fase I ini akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan.
“Dengan beroperasinya MRT Jakarta Fase I, investasi di bidang properti, akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/3/2019).
Baca Juga: Tarif Rp14.000, MRT Jakarta Optimistis Target Penumpang Tercapai
2. Rata-Rata Indeks Harga per Kuartal DKI Naik
Rumah.com Property Index menunjukkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta sepanjang tahun 2018 adalah sebesar 122 poin, naik 4% dari indeks harga per kuartal rata-rata DKI Jakarta di 2017 (year-on-year). Jika dibandingkan dengan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta, rata-rata indeks harga per kuartal Jakarta Selatan adalah sebesar 149 poin, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
3. Para Pencari Properti Meningkat
Kecenderungan kenaikan harga properti di sepanjang jalur MRT ini juga terlihat dari Rumah.com Property Index (RPI). Data RPI ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.