Tarif Ojol Mahal, Masyarakat Akan Beralih ke Transportasi Lain?

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 31 Maret 2019 12:10 WIB
Ilustrasi: Foto Okezone
Share :

JAKARTA - Tarif ojek online (ojol) yang baru ditetapkan pemerintah melalui peraturan Kementerian Perhubungan dinilai memberatkan masyarakat.

Ojek online sebagai sarana transportasi murah, mulai 1 April dikhawatirkan tak akan lagi menjadi transportasi andalan masyarakat karena tarifnya yang semakin melambung.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan, tarif baru sangat besar bagi masyarakat karena mengalami kenaikan hingga Rp3.000–5.000. Masyarakat akan mempertimbangkan lagi untuk kembali menggunakan jasa transportasi konvensional. Apalagi saat ini pemerintah telah membuat sejumlah koneksi angkutan umum ke terminal Bus TransJakarta, MRT, dan LRT.

“Memang semua itu tergantung penumpangnya. Kalau benar terburu-buru pasti akan memilih ojek online. Namun masyarakat Indonesia senangnya angkutan yang murah, apalagi untuk pergi setiap hari,” tutur Djoko.

 Baca Juga: Tarif Ojek Online Kini Lebih Pasti

Sebaliknya, kata Djoko, aturan baru yang dikeluarkan Kemenhub ini bagi pengemudi secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Menurut dia, tarif tertinggi sebesar Rp3.500 tidak akan masuk ke kantong pengemudi. Karenanya Djoko menyarankan agar pengemudi tidak lagi menjadikan profesi pengemudi ojek online ini sebagai sandaran hidup.

“Tiga tahun terakhir boleh seperti itu, pengendara bergaji layaknya manajer. Tapi kini persaingan semakin ketat ditambah mereka (manajemen ojol) kini sudah mencari untung tidak lagi seperti dulu yang masih mencari massa,” tuturnya.

 Baca Juga: Tarif Ojol Berlaku 1 Mei 2019, Ini Besarannya

Djoko mengungkapkan, ojek online akan kalah bersaing jika angkutan umum melakukan penetrasi ke wilayah perumahan dan menawarkan tarif murah. Menurutnya, masyarakat akan selalu memilih angkutan transportasi yang murah, terutama untuk aktivitas sehari-hari. Keselamatan penggunaan transportasi juga menjadi keutamaan bagi masyarakat dalam memilih angkutan umum.

“Sekarang malam-malam jarang ada yang mau naik angkutan online. Keamanan ini kembali menjadi pertimbangan bagi konsumen yang ingin nyaman dalam bertransportasi,” tambahnya.

 Baca Juga: Tarif Ojol Naik 20%, Ini Catatan dari YLKI

Sama halnya untuk transportasi di daerah di tengah kenaikan tarif ojek online. Djoko mengungkapkan, jika angkutan umum diperbaiki dan lebih didekatkan dengan masyarakat dengan sistem yang diubah, hal ini akan mengubah pola pikir masyarakat tentang transportasi konvensional.

Tidak tertutup kemungkinan masyarakat justru akan kembali beralih menggunakan angkutan konvensional. “Sistem Jak Lingko seperti di Jakarta bisa diterapkan di daerah. Pengemudi tidak mengejar setoran sesuai waktu dia jalannya sehingga tidak ada yang mengetem. Dan itu pasti membuat masyarakat kembali memilih naik angkot. Di daerah saya rasa lebih cepat berubahnya,” jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya