JAKARTA – Tren penurunan harga batu bara di pasar memberikan dampak terhadap perolehan pendapatan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Pasalnya, di kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,34 triliun. Pendapatan turun 7,16% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,75 triliun.
Kata Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, pendapatan ini ditopang oleh pendapatan penjualan batubara domestik sebesar 46%, ekspor 50% dan aktivitas lainnya seperti penjualan listrik, briket, CPO dan jasa sebesar empat%.”Harga jual rata-rata batubara memang turun sebesar 13% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Harga batubara saat ini tercatat sebesar Rp772.044 per ton sedangkan 2018 kemarin tercatat sebesar Rp887.883 per ton," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (25/4/2019).
Baca Juga: Bukit Asam Bidik Produksi Batu Bara 3,8 Juta Ton
Penurunan tersebut, kata Arviyan, disebabkan oleh pelemahan harga batubara newcastle sebesar 7%. Pelemahan juga terjadi pada harga batubara thermal Indonesia (ICI) sebesar 24% dibandingkan harga rata-rata triwulan pertama 2018."Penurunan ini juga terkait aturan harga jual DMO yang belum diimplementasikan secara penuh kuartal 1 2018," kata Arviyan.