Total lahan itu terdiri dari Halim seluas 18 hektare, Karawang seluas 250 hektare, Tegalluar 450 hektare dan Walini seluas 1.270 hektare.
Kereta api cepat Jakarta-Bandung ini akan diintegrasikan dengan TOD (Transit Oriented Development) guna menciptakan pusat ekonomi baru. Pendapatan tidak hanya berasal dari tiket, namun juga dari aktivitas-aktivitas perekonomian di area TOD.
"Kita terbuka dalam hal ini kereta cepat tersebut akan menggandeng semua pengembang di seluruh dunia, untuk bisa ikut mendorong trafik menuju ke properti-properti yang ada. Kalau kita mau undang universitas maka kita akan mengundang universitas bertaraf internasional, termasuk yang nasional," kata Tumiyana.
(Feby Novalius)