Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru 15%

, Jurnalis
Selasa 30 April 2019 20:35 WIB
Kereta Cepat (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengungkapkan kemajuan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini telah mencapai 15,03%.

"Kereta cepat progres sampai dengan saat ini sudah sekitar 15%. 15% itu di tahun ini forecast, kita akumulasi akan menjadi 60%," ujar Presiden Direktur (Presdir) Wika Tumiyana kepada wartawan di Jakarta, dikutip dari Antaranews, Selasa (30/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa hal tersebut didorong oleh beberapa jalur utama, di mana terowongan utama berada di Halim dengan Tunnel Boring Machine (TBM) sudah beroperasi di sana.

"Pilar sudah mulai terbangun di Km 94 sudah mulai berdiri semua di sana, sedangkan di Km 19 sudah mulai ada tiga pilar yang mulai berdiri," kata Tumiyana.

 Baca Juga: Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Masuk Studi Kelayakan Juni 2019

Presdir Wika itu juga menambahkan bahwa pembebasan lahan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini telah mencapai 96%.

"Dalam proyek kereta cepat itu kita juga akan membangun properti baru. Ada tiga kawasan besar, pertama di Karawang, terus yang kedua berada di Tegalluar, perbatasan Bandung dan kawasan ketiga yang paling besar berlokasi di Walini," ujar Tumiyana.

Walini, menurut dia, akan menjadi kota baru yang dikembangkan oleh pihaknya. Dengan tiga titik kawasan tersebut maka perkiraan pendapatan atau "revenue forecast" sebesar Rp266,1 triliun.

Menurut data yang dilansir Wika, total lahan yang akan dikembangkan dalam jalur proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini seluas 1.988 hektare.

Baca Juga: Fakta Menarik Bor Raksasa China Ngebor Terowongan Kereta Cepat

Total lahan itu terdiri dari Halim seluas 18 hektare, Karawang seluas 250 hektare, Tegalluar 450 hektare dan Walini seluas 1.270 hektare.

Kereta api cepat Jakarta-Bandung ini akan diintegrasikan dengan TOD (Transit Oriented Development) guna menciptakan pusat ekonomi baru. Pendapatan tidak hanya berasal dari tiket, namun juga dari aktivitas-aktivitas perekonomian di area TOD.

"Kita terbuka dalam hal ini kereta cepat tersebut akan menggandeng semua pengembang di seluruh dunia, untuk bisa ikut mendorong trafik menuju ke properti-properti yang ada. Kalau kita mau undang universitas maka kita akan mengundang universitas bertaraf internasional, termasuk yang nasional," kata Tumiyana.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya