Ketua Bidang AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan, proporsi terbesar pembayaran klaim dan manfaat adalah klaim nilai tebus (surrender) yang mencapai 54,1%, melambat 10,2% menjadi Rp18,69 triliun di kuartal 1 2019 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Kami melihat menurunnya klaim surrender ini sebagai sinyal positif membaiknya kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk asuransi jiwa, khususnya produk unit link, dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi dan berinvestasi jangka panjang," ujarnya.
Dia menjelaskan klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) berkontribusi sebesar 13,3%, turut mengalami pertumbuhan sebesar 1,6% dibandingkan periode yang sama di kuartal pertama 2018, dari Rp4,51 triliun menjadi Rp4,58 triliun.
"Sementara klaim kesehatan (medical) mengalami peningkatan 7,3% menjadi Rp2,60 triliun, yang dipengaruhi oleh meningkatnya klaim kesehatan perorangan sebesar 14,0% dan klaim kesehatan kumpulan sebesar 1,9%. Disusul klaim lain-lain (other) yang meningkat sebesar 4,7%," ungkap dia.
(Dani Jumadil Akhir)