JAKARTA - Sri Lanka menjadi negara terbaru di Asia yang menolak pengiriman sampah dari negara-negara Barat. Hal tersebut dilakukan dengan menolak pengiriman 213 kontainer berisi sampah dari Inggris.
”Ada investigasi yang berlanjut dan kami juga menginformasikan pada para importir untuk mengekspor ulang segera ke pelabuhan pertama asal kontainer itu diekspor,” papar juru bicara Badan Cukai Sri Lanka Sunil Jayaratne.
Greenpeace Asia Tenggara mendorong para pemimpin ASEAN mengangkat isu ini dalam agenda selama konferensi tingkat tinggi (KTT) tahun ini, dan membuat deklarasi bersama untuk mengatasi krisis sampah plastik kawasan.
Asal tahu saja, AS menjadi eksportir sampah plastik terbesar di dunia yang tidak meratifikasi Konvensi Basel tersebut.
Baca Selengkapnya: Sri Lanka Kembalikan 213 Kontainer Sampah ke Inggris
(Feby Novalius)