JAKARTA - PT MRT Jakarta meminta kepada PT PLN (Persero) untuk mengaktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan selama 24 jam apabila sudah rampung. Hal ini agar tidak terjadi lagi pemadaman listrik seperti beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Penampakan PLTD Kapasitas 101 Megawatt yang 'Setrum' MRT Jakarta
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya meminta PLN memastikan sistem ketiga di Senayan selalu siap sedia ketika dibutuhkan, sehingga tidak memakan waktu untuk mulai menyetrum MRT Jakarta.
"Jadi dengan kejadian itu kita butuh sistem ketiga yaitu yang sistem Senayan. Nah sistem Senayan ini juga diharapkan hot standby juga supaya saat listrik (utama dan cadangan pertama) mati, dia langsung suplai ke sistem kita," ujar Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Baca Juga: PLTD Senayan Bakal 'Setrum' MRT 100 Mw
Menurut William, jika PLN memastikan listrik di PLTD bisa standby 24 jam maka dipastikan operasional MRT Jakarta tak akan lumpuh sedetik pun, sehingga kejadian seperti beberapa waktu lalu yang mana kereta MRT Jakarta harus berhenti di tengah jalan tidak akan terjadi kembali.
“Kalau hot standby itu artinya dia akan beroperasi terus menerus sehingga pada saat listrik MRT mati, dia langsung bisa mengalirkan listrik tanpa sistem MRT itu drop. Itu yang kita harapkan," katanya.