Daerah Larang Kantong Plastik, Menteri Susi: Bagus!

Giri Hartomo, Jurnalis
Kamis 15 Agustus 2019 20:40 WIB
Foto: Menteri KKP Susi Pudjiastuti (Instagram Susi Pudjiastuti)
Share :

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menyambut positif wacana pelarangan penggunaan kantong plastik di sejumlah daerah. Asal tahu saja ada beberapa daerah yang melarang penggunaan kantong plastik seperti Semarang dan beberapa daerah di Jawa Barat.

Baca Juga: Penerapan Cukai Plastik Tak Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

"Bagus! semua kota harusnya sudah” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kawasan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menurut Susi, seharusnya tidak hanya di beberapa kota saja. Kota lain juga perlu memberlakuan pelarangan kantong plastik sekali pakai.

Baca Juga: Dana Hasil Cukai Plastik Buat Pengelolaan Limbah

Susi yang sekaligus Ketua Pembina komunitas pecinta laut Pandu Laut terus mengkampanyekan pengurangan sampah plastik sekali pakai. Seperti kantong plastik dan sedotan plastik.

Menurutnya, salah satu wujud dari kecintaan laut yaitu dengan tidak berkontribusi menambah sampah plastik. Sebab, Susi bilang laut Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar kedua di dunia, setelah Cina.

"Kita memastikan peduli dengan jaga laut kita. Semua warga Indonesia peduli laut supaya tidak menjadi kontributor pengotor laut. 365 hari, 160 botol per hari, belum kresek. Bayangkan dan itu tidak akan 400 tahun tidak akan musnah," jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) memaparkan, total konsumsi plastik di Indonesia adalah 5,76 juta ton per tahun dengan rata-rata konsumsi per kapita sebesar 19,8 kg.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan konsumsi plastik di negara lain seperti Korea, Jerman, Jepang, serta Vietnam yang konsumsi per kapita masing-masing sebesar 141 kg, 95,8 kg, 69,2 kg, dan 42,1 kg.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya