Sri Mulyani menambahkan, pemerintah juga akan menggunakan untuk kegiatan produktif. Ini juga sekaligus untuk menjaga keseimbangan makro dengan menjaga komposisi utang domestik dan valas dalam batas terkendali serta pendalaman pasar keuangan.
"Di 2020, pemerintah juga akan mengutamakan pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif," ucapnya.
Sementara itu lanjut Sri Mulyani pemerinrah menyiaokan dua strategi untuk pembiayaan utang. Pertama adalah dengan meningkatkan efisiensi biaya utang dan yang kedua adalah, mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam pasar obligasi.
Kemudian yang ketiga adalah, melakukan pengelolaan utang secara aktif melalui manajeman kewajiban dan aset. Terakhir, pemerintah juga akan mengelola pinjaman luar negeri secara selektif.
(Feby Novalius)