JAKARTA - Meski lokasi ibu kota negara yang baru sudah diputuskan di Kalimantan Timur (Kaltim). Minat investor untuk menanamkan investasi di ibu kota baru belum ada.
Menurut Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Husen Maulana, tren investasi di 2019 memang tengah terganjal beberapa kendala, di antaranya perang dagang. Meski demikian, diyakini BKPM bahwa investasi lebih tinggi ketimbang 2018.
Dia melanjutkan, untuk investasi ke ibu kota baru masih belum terlihat. Hal tersebut bisa dilihat dari perizinan invetasi melalui digital atau Online Single Submition (OSS).
"Investor masih cenderung menanamkan investasi di luar Kalimantan Timur," ujarnya.
Sebelumnya, lahan milik negara yang dapat digunakan pemerintah pusat tanpa harus mengeluarkan anggaran pembebasan lahan untuk lokasi pemindahan Ibu Kota Indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dikelola oleh tujuh perusahaan swasta.
"Lahan negara yang tersedia dan dapat digunakan untuk lokasi ibu kota saat ini dikelola tujuh perusahaan swasta," kata Pelaksana tugas Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Sonny Wijaya.
Baca Selengkapnya: BKPM Sebut Investor Belum Berminat Investasi ke Ibu Kota Baru
(Feby Novalius)