Postur RAPBN 2020 Diubah, Target Pendapatan dan Belanja Negara Jadi Naik

Taufik Fajar, Jurnalis
Jum'at 06 September 2019 13:23 WIB
Ilustrasi RAPBN 2020 (Foto: Shuttertock)
Share :

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui perubahan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang diajukan pemerintah. Dalam postur sementara RAPBN 2020 ini, terjadi perubahan pada angka pendapatan maupun penerimaan negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kerangka asumsi makro 2020 terjadi perubahan terhadap tiga indikator. Seperti harga minyak mentah diubah menjadi USD63 per barel dari semula USD65 per barel.

"Sedangkan untuk lifting minyak bumi, hasil panja pemerintah dan DPR menyepakati adanya peningkatan menjadi 755 ribu barel per hari, dari semula 734 ribu barel per hari," ujar dia di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga: Dana Bansos Pangan Dipastikan Akan Naik Jadi Rp150 Ribu/Bulan di 2020

Menurut Sri Mulyani, dari sisi cost recovery diturunkan menjadi USD10 miliar dari sebelumnya USD11,58 miliar. Berubahnya kerangka asumsi makro tersebut, kemudian berdampak terhadap meningkatnya anggaran pendapatan negara sebesar Rp11,6 triliun.

"Jadi, kenaikan ini terjadi akibat meningkatnya pajak penghasilan (PPh) migas sebesar Rp2,4 triliun. Akibat penurunan ICP, kenaikan lifting minyak, dan penurunan cost recovery," ungkap dia.

Pemerintah dan DPR juga menyepakati untuk menambah target pendapatan pajak bumi bangunan (PBB) sebesar Rp300 miliar. Juga kenaikan target penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp1,2 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani Putar Otak Capai Target Tax Ratio 11,5% di 2020

Lalu, untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pemerintah dan DPR juga menyepakati adanya peningkatan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh dinaikannya target penerimaan PNBP migas minyak Rp6 triliun, gas Rp700 miliar, dan batu bara (DMO) Rp15,9 miliar.

"Kenaikan dari KND (kekayaan negara dipisahkan) naik Rp1 triliun, itu dalam bentuk dividen. Dengan demikian total PNBP secara neto ada kenaikan Rp7,7 triliun," jelas dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya