JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK). Berdasarkan data tersebut telah terjadi inflasi yang disebabkan oleh berbagai faktor.
Pada Agustus 2019 tercatat inflasi sebesar 0,12% (month to month/mtm). Sementara pada inflasi tahunan kalender 2019 angka inflasi tercatat sebesar 2,48% dan inflasi dari tahun ke tahun sebesar 3,49% (year on year/yoy).
Penyumbang utama dari inflasi Agustus tersebut diketahui merupakan komoditas cabai merah (0,20%) dan cabai rawit (0,06). Inflasi pada komoditas cabai terjadi karena imbas dari panen raya beberapa bulan lalu yang membuat harga cabai anjlok karena pasokan berlimpah.
Selain itu, kenaikan pada biaya pendidikan dari Pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi ikut menyumbang inflasi tertinggi sebesar 1,21% terhadap inflasi keseluruhan. Tak hanya itu, kenaikan harga emas yang mencapai 3,98% juga ikut berkontirbusi pada inflasi Agustus sebesar 0,05%.
Inflasi IHK Agustus 2019 tercatat turun dari level bulan sebelumnya sebesar 0,31% (mtm), Namun, Bank Indonesia (BI) menilai IHK tersebut terbilang cukup terkendali karena inflasi inti yang tetap terjaga serta deflasi pada kelompok volatile food dan kelompok administered prices.
Baca Selengkapnya: Fakta di Balik Inflasi Agustus dan Biang Keroknya
(Fakhri Rezy)