6 Potret Duka Wafatnya Mr Crack, dari Sri Mulyani hingga Menko Luhut

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Sabtu 14 September 2019 07:14 WIB
Almarhum BJ Habibie (Foto: Okezone.com)
Share :

2. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Susi turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Habibie. Dia bahkan mengucapkan terima kasih untuk almarhum karena telah memberikan semangat untuk terus maju.

Menurut Susi, dirinya akan terus mengingat pesan Habibie kepada dirinya, yakni stand, still, and continue.

"Inalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Duka yang sangat mendalam untuk kami; Selamat jalan Bapak Prof. BJ. Habibie. Semoga khusnul khotimah. Terima kasih telah memberi semangat untuk terus maju. Stand, still, and continue, kata-kata beliau yang akan terus saya ingat," ujar Menteri Susi, seperti dikutip dari Twitter @Susipudjiastuti, Selasa (12/9/2019).

3. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Budi Karya Sumadi menyatakan, kepergian Habibie adalah kesedihan Indonesia, sebab telah kehilangan putra terbaik bangsa. Dia juga menilai, Habibie merupakan orang pandai, rendah hati, dan kemasyarakatan.

“BJ Habibie adalah satu figur yang luar biasa dan patut menjadi contoh bagi semua orang,” ujar dia ditemui di rumah duka, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya. Habibie memberikan banyak sumbangsih bagi perkembangan transportasi di Tanah Air. Sehingga peninggalannya akan selalu di kenang Indonesia.

"Diantaranya PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT Industri Kereta Api (Inka), PT Len Industri (PT Len), PT Pindad. Kita kenang segala karya beliau sebagai suatu inspirasi untuk Indonesia lebih hebat,” ujarnya.

4. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil

Sofyan menyatakan, Habibie merupakan sosok penting dalam memberikan pondasi kuat pada masa reformasi. Sehingga, Indonesia yang mengalami krisis moneter (krismon) pada saat itu bisa segera bangkit.

“Pak Habibie ini kan bapak yang memberikan pondasi yang sangat kuat, reformasi. Saya tidak bayangkan bahwa reformasi akan berjalan begitu smooth kalau presidennya bukan Pak Habibie waktu itu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Baca Juga: Petugas TMP Kalibata Ungkap Habibie Kerap Ziarah ke Makam Ainun Setiap Jumat

Menurutnya, ketika itu sosok Habibie mengubah sistem pada pemerintahan sebelumnya yang terlalu sentralistik. Pasalnya, sistem pemerintahan sebelumnya cukup mengundang banyak kemarahan dari masyarakat Indonesia karena seperti dikekang.

“Pak Habibie sebagai ilmuan percaya tentang teori bahwa foss energy itu harus disalurkan. Pada waktu kemarahan orang kepada sistem yang begitu kuat terhadap sistem sebelumnya, Pak Habibie kemudian membuka seperti air bah, itu waduknya dibuka supaya kekuatan air bah itu tidak menerjang waduk dan merusak semuanya,” jelas dia.

Pada saat Habibie menjabat sebagai Presiden Indonesia Ketiga, tanpa ragu Mr Crack itu membuka informasi dan kritik kepada pemerintah seluas-luasnya. Termasuk juga informasi lewat media yang mana pada pemerintahan sebelumnya begitu dibatasi.

Tak hanya itu, Habibie membuka kasus-kasus Hak Asasi Manusia (HAM). Sebelumnya banyak sekali kasus HAM yang tidak diproses secara hukum dan tidak dibuka kepada publik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya