5. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan
Luhut menyebut sosok B.J. Habibie sebagai teladan. Pasalnya, sosok Presiden Ketiga Indonesia ini terkenal berani dan tak takut untuk kehilangan jabatan.
Salah satu contohnya ketika Laporan Pertanggung Jawabannya sebagai presiden ditolak oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 1999 lalu. Ketika itu, Habibie memutuskan mundur dari pencalonan sebagai presiden pada 1999.
Tak hanya itu, setelah tak lagi menjabat sebagai Presiden, Habibie juga masih berkontribusi terhadap negara. Beberapa ide dan masukannya banyak dipakai oleh pemerintah bahkan hingga saat ini.
Luhut juga menilai, sosok Habibie lebih sering membagikan nasihat dibandingkan mencampuri urusan orang lain setelah dirinya pensiun. Hal inilah yang menurut Luhut bisa dijadikan contoh dan suri tauladan bagi siapapun.
“Saya kira teladan ini patut dicontoh. Beliau berani mengatakan 'saya tidak terus, saya berhenti'," ujarnya saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (12/9/2019)
6. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Enggar mengenang sosok Habibie sebagai politikus yang sangat demokratis. Kata dia, reformasi kebijakan menuju arah demokrasi terjadi pada era kepemimpinan Habibie.
“Reformasi kebijakan dalam hal demokrasi yang terjadi pada eranya,” ujar Enggar saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Dia bercerita, Habibie adalah sosok yang demokratis ketika menjabat sebagai Presiden Ketiga Indonesia. Saat itu Habibie juga menjabat sebagai Dewan Pembina Partai Golkar, sedangkan Enggar menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Partai Golkar.
Baca Juga: Rahasia BJ Habibie Kuatkan Rupiah, dari Rp15.000 Jadi Rp6.500/USD
Menurut Enggar, biasanya Presiden dan Dewan Pembina hanya menyalami ketua umum partai saja. Namun, ketika Habibie menjabat sebagai Presiden dan Dewan Pembinan Partai Golkar, dirinya justru menyalami seluruh anggota.
“Saya waktu itu jauh, artinya saya wakil bendahara umum, beliau dewan pembina bersama Bang Akbar sebagai pemimpin umum, saya. Saya pikir salaman cipika cipiki pemimpin saja, tetapi semua,“ jelasnya.
Dia juga menilai sosok Habibie juga bisa sebagai pemersatu bangsa. Pasalnya, dalam beberapa tahun ini lewat pemikirannya, Habibie berhasil mempersatukan kembali bangsa Indonesia yang sempat ribut urusan politik.
“Akhir-akhir ini (dihari tuanya) masih memberikan wishdom (pemikiran) mengenai persatuan kita,” ucapnya.
(Rani Hardjanti)