Kondisi tersebut utamanya menimbulkan risiko penerbangan, sehingga Director of Quality, Safety and Security Sriwijaya Air Toto Soebandoro merekomendasikan setop operasi. Hal ini sebagai tindak lanjut dari hasil pengawasan dan evaluasi Direktur Direktorat Kelaikanudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan terkait kegiatan operasi penerbangan berdasarkan kemampuan yang dimiliki Sriwijaya Air.
Maka dengan kembalinya kerjasama ini, Plt. Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena menyatakan, pihaknya menyambut baik kembali terjalinnya kerjasama dengan Garuda Indonesia. Dia berharap ke depan Garuda Indonesia Group bersama Sriwijaya Air Group akan terus bersinergi untuk terus membangun jaringan transportasi udara nasional.
"Tujuan kami untuk membuat ekosistem ini lebih baik dan sehatkan semua pihak. Kami sangat berterima kasih atas komitmen dan kerjasamanya, juga kepada GMF yang bersedia kembali bekerja sama layanannya dengan Sriwijaya Air Group," ungkapnya yang dalam hal ini juga mewakili pemegang saham.
(Fakhri Rezy)