Ada Maskapai Tidak Dapat Izin Terbang, Jumlah Penumpang Pesawat Turun pada Nataru Tahun Ini

Taufik Budi, Jurnalis
Kamis 19 Desember 2019 09:56 WIB
Pesawat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

SEMARANG – Jumlah penumpang pesawat diprediksi meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru 2020. Hanya saja, kenaikan penumpang utamanya di Jawa Tengah tidak diakomodir dengan ketersediaan armada maskapai.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan, ada lima jenis moda transportasi yang disediakan untuk mengangkut penumpang pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jawa Tengah. Untuk transportasi darat disiapkan 27.223 unit angkutan dengan kapasitas 837.240 tempat duduk.

Baca Juga: KAI Antisipasi 237 Titik Rawan saat Musim Libur Natal dan Tahun Baru

Kereta api sebanyak 143 dengan kapasitas penumpang 52.150. Sementara untuk pesawat sebanyak 127 penerbangan dengan kapasitas penumpang 13.920, dan kapal laut sebanyak 8 kapal dengan kapasitas 4.807 penumpang.

"Ada pula program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan tujuan Jateng yang berangkat 21 Desember, sebanyak 33 kendaraan dengan kapasitas 1.475 penumpang. Terminal Solo, Purwokerto, Tegal dan Wonogiri," katanya, kepada awak media, Rabu (18/12/2019).

Untuk pesawat, Satriyo menerangkan, akan terjadi penurunan penumpang udara pada Nataru tahun ini sebesar 7%. Hal ini menyusul adanya beberapa maskapai yang tidak mendapat izin terbang.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Tiket Kereta Api Tersisa 406.673 Kursi

Padahal kenaikan penumpang diprediksikan terjadi pada moda transportasi kereta api sebesar 10%.

"Untuk kendaraan pribadi, dibanding lebaran kemarin, Nataru ini diprediksikan akan mengalami penurunan. Lebaran lalu ada 532.000 mobil pribadi, dan Nataru ini kami prediksikan hanya ada 399.000 mobil pribadi saja. Puncak arus mudik diprediksikan terjadi pada 20-21 dan 28-29 Desember," imbuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya