JAKARTA - Pemerintah China memperluas larangan perjalanan, darat dan udara. Sekitar 35 juta orang tidak dapat berpergian keluar dari China. Oleh karena itu sektor-sektor seperti pariwisata, energi, dan ritel mengalami penurunan.
Sementara sektor kesehatan, termasuk produsen vaksin dan pasokan medis mengambil manfaat dari virus ini. Hal ini mungkin akan memberikan tekanan ke bawah pada ekonomi China dalam waktu dekat.
Luas dan dalamnya dampak pasar tergantung seberapa parah dan cepat penyakit itu menyebar.
“Durasi sangat penting. Jika ini beberapa minggu, ini bukan masalah besar, tetapi jika wabah ini ada hingga berbulan-bulan, ini pasti akan berdampak pada PDB," kata Managing Partner Harris Financial Group Jamie Cox.
Pengamat pasar menyebutkan adanya kesamaan dan keterbatasan jika virus korona Wuhan dibandingkan dengan Sindorm Pernapasan Akut Berat (SARS). Krisis SARS memakan 800 orang di 17 negara meninggal dunia.
"Pada tahun 2003 China baru saja keluar dari resesi yang cukup keras .Sulit untuk mengurai keduanya," ucap Cronk
Baca Selengkapnya: Ekonomi Dunia 'Terinfeksi' Virus Korona, China dalam Tekanan
(Feby Novalius)