NEW YORK - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke level tertinggi dua bulan pada perdagangan Rabu waktu setempat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan kekhawatiran tentang kejatuhan ekonomi dari virus corona atau corona virus.
Permintaan untuk indeks dolar telah meningkat karena investor tidak yakin tentang dampak wabah telah mencari aset safe haven. Dalam dua minggu terakhir, indeks naik 0,73%, yen Jepang naik 0,81% dan franc Swiss naik 0,69%.
Melansir Reuters, Jakarta, Kamis (30/1/2020), indeks dolar naik 0,08% menjadi 98,096, setelah sebelumnya pada hari Rabu mencapai tertinggi sejak 2 Desember.
Sementara penjualan aset berisiko di pasar keuangan telah moderat dalam beberapa hari terakhir, pernyataan Powell tentang virus menawar dolar setelah sempat turun ke wilayah negatif.
"Dia membawa corona virus. Kami tahu ia akan pergi, tapi itu salah satunya berita yang mengganggu di mana ada satu ketidakpastian di sekitarnya, " kata John Doyle, wakil presiden perdagangan dan perdagangan di Tempus, Inc.
Namun, ia menambahkan, ketidakpastian tentang prospek tetap ada, termasuk yang ditimbulkan oleh virus corona baru
"Kami sangat hati-hati memantau situasi," kata Powell, menambahkan bahwa sementara implikasi dari wabah untuk output China jelas, itu terlalu dini untuk menentukan efek global atau dampaknya terhadap prospek ekonomi AS.
(Dani Jumadil Akhir)