Rendahnya harga minyak sejak Februari 2020 yang kemudian dibarengi oleh penyebaran virus Covid-19 mulai mempengaruhi kegiatan hulu migas, baik di operasional, pelaksanaan proyek maupun penyerapan gas.
Pada kegiatan operasional hulu migas, pencegahan penyebaran COVID-19 membuat transportasi material dan inspeksi kinerja peralatan atau fasilitas lebih lama, produktivitas engineering dan konstruksi menjadi lebih rendah karena pergerakan tenaga kerja yang terbatas.
Selain itu, persetujuan pengurusan perijinan juga memakan waktu yang lebih lama. Akibatnya, semua kegiatan harus menyesuaikan kondisi yang dihadapi.
Sebagian aktivitas operasional seperti planned shutdown, pengeboran, kerja ulang dan perawatan sumur mengalami penundaan. Proyek-proyek mengalami pelambatan dibanding sebelumnya. Sebagai salah satu contohnya adalah pada Proyek Marakes yang mundur dari September 2020 ke tahun 2021 karena pengadaan barang dan tenaga penunjang dari Italy oleh Eni terhambat.
“Penyerapan gas oleh para pembeli juga berkurang akibat menurunnya permintaan,” kata Dwi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)