JAKARTA - Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia juga merupakan pendiri sekaligus CEO PT Amartha.
Andi Taufan menyusul CEO Ruangguru Belva Devara yang juga telah mengundurkan diri beberapa hari yang lalu. Di mana, keduanya mempunyai 2 jabatan yaitu staf khusus Presiden dan CEO perusahaan.
Baca juga: Staf Khusus Mampu Menjalani Perusahaan Tak Berarti Layak di Posisi publik
Sebelumnya, Staf Khusus Presiden, Andi Taufan Garuda Putra, pada awal bulan menyurati camat di seluruh wilayah Indonesia mengenai kerja sama program antara pemerintah dan PT Amartha Mikro Fintek terkait Relawan Desa Lawan Covid-19.
Selain menjabat sebagai stafsus, Andi adalah pendiri dan ketua eksekutif Amartha. Ia akhirnya menarik surat dengan kop Sekretariat Kabinet itu dan meminta maaf dalam surat terbuka pada Selasa 14 Februari 2020.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan akan pengajuan pengunduran diri Andi Taufan. Di mana, sudah diserahkan sejak 17 April 2020.
"Presiden sudah menerima dan menyetujui pengunduran diri saudara Andi Taufan," ujar Pramono.
Baca juga: Belajar di Rumah, Bagaimana Nasib Pembayaran Tunjangan Guru Madrasah Non-PNS?