JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian saat ini berupaya mendorong serapan karet untuk industri dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi anjloknya harga karet akibat pandemi Covid-19.
Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono mengungkapkan Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menjaga harga karet agar tidak jatuh, salah satunya mendorong peningkatan serapan bahan olah karet (bokar) dari perkebunan karet rakyat.
“Pemerintah memberikan perhatian yang sangat besar untuk menangani kondisi karet saat ini, dengan membuat kebijakan, diantaranya peningkatan konsumsi karet dalam negeri yang mengkhususkan untuk penyerapan bokar dari petani," ujar Kasdi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6).
Selain itu, Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas bokar yang diproduksi petani dan memotong rantai distribusi yang terlalu panjang. "Kualitas bokar yang dihasilkan petani merupakan salah satu faktor penentu harga, dan diupayakan agar sistem pemasarannya dapat dilakukan secara berkelompok untuk memutus rantai pemasaran yang panjang," imbuh Kasdi.
Untuk meningkatkan kualitas karet produksi petani sekaligus memperkuat kelembagaannya, Pemerintah juga telah membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).