Kelebihan suplai karet di pasar dunia juga dipengaruhi munculnya negara-negara baru yang menjadi eksportir karet alam seperti Vietnam, India, Myanmar, Laos, dan Kamboja.
Indonesia, Malaysia dan Thailand sebagai produsen karet terbesar dunia sebenarnya telah berupaya mengatur ketersediaan karet di pasar dunia agar harga tidak jatuh. Melalui International Tripartite Rubber Council (ITRC), ketiga negara ini telah sepakat untuk melakukan pembatasan ekspor.
Dalam kerangka Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) disepakati pengurangan volume ekspor karet alam hingga 300 ribu ton. Hal yang sama juga dilakukan Indonesia sebagai Asosiasi Negara-negara Produsen Karet Alam (Association of Natural Rubber Producing Countries/ANRPC) dalam menjaga stabilitas harga.
"Kita juga terus mendorong konsolidasi dan kerjasama negara produsen dan konsumen karet dalam forum ITRC, terutama dalam implementasi Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) dan ANRPC,” tutup Kasdi.
CM
(Yaomi Suhayatmi)