Hingga saat ini, Sriping Tela Ne diproduksi mencapai 2,5 kuintal per harinya. Dibantu oleh delapan orang karyawannya, proses produksi Sipring Tela Ne dimulai dari mengupas, mencuci singkong, hingga pengemasan. Bahkan, hingga saat ini Edi telah mempunyai bagian khusus penjualan.
Untuk menggoreng keripik tersebut, membutuhkan minyak goreng sebanyak 20 kilogram (kg). Untuk tahap pertama, dan setiap harinya Edi membutuhkan minimal 250 kilogram (kg) singkong untuk menghasilkan 80 kg Sriping Tela Ne siap saji. Demi menjaga kualitas rasa dan tekstur, minyak goreng yang digunakan harus menggunakan minyak goreng baru.
Konsumen Sriping Tela Ne, saat ini sudah menyebar di berbagai daerah hingga luar kota. Seperti Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Pekalongan, Jakarta, Yogyakarta hingga ada pula yang menjadikan Tela Ne sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke Jepang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)