Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan pasar modal Indonesia saat ini sudah didominasi hampir 70% investor lokal, artinya pasar Indonesia cukup kuat.
"Pasar modal yang kuat itu kalau kekuatannya ditopang oleh investor lokal, yang lebih dominan daripada asing, karena asing itu kan come and go," tegasnya.
Hary mengungkapkan di era industri 4.0 perusahaan-perusahaan digital bertumbuh pesat dalam waktu cepat.
"Tujuh besar perusahaan besar di dunia, semuanya digital atau digital related, yang umurnya mungkin belum lama," jelasnya.
Dia mencontohkan Facebook yanf baru 16 tahun, Tencent sekitar 20 tahun lebih.
"Memang itulah karakteristik daripada industri 4.0, yang menyalip dari industri-industri yang sebelumnya," ungkapnya
MNC Group juga sudah bermigrasi ke dunia digital. Sebagai contoh di bidang media, ada super apps RCTI+ yang menggabungkan lima segmen, yakni video streaming, news aggregator, audio aggregator, talent search, games aggregator.. Selain itu, juga ada over the top (OTT) Vision+.
Begitu pula di bidang keuangan, MNC Group memiliki Smart Payment Indonesia (SPIN), aplikasi super fintech ini melengkapi ekosistem jasa keuangan MNC Group. Dengan produk uang elektronik (e-money), dompet elektronik (e-wallet) dan transfer dana elektronik (digital remittance). Juga di bidang asuransi memiliki produk digital.
Dengan adanya Pandu duduk di Komisaris BEI, Hary meyakini Bursa akan semakin berkembang melalui digitalisasi. Prestasinya di bidang digital pun tak diragukan lagi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)