JAKARTA - Berinvestasi saat ekonomi di ambang resesi memang diperbolehkan karena bisa menjadi tabungan di masa mendatang. Namun, saat investasi juga harus memiliki strategi agar tidak jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam dan keuangan bisa tetap aman.
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah dengan tidak menginvestasikan seluruh uang hasil kerjanya. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerugian akibat penurunan saham atau aset pada instrumen investasi yang dimiliki.
Baca juga: Strategi Investasi di saat Resesi, Diversifikasi Solusinya
Menurut Mike, ada baiknya, pendapatan yang dimiliki dibagi ke dalam beberapa pos. Misalnya adalah dengan membagi pos pengeluaran ke dalam 4 bagian yakni untuk investasi, kebutuhan sehari-hari, asuransi hingga dana darurat.
Menurut Mike, dana darurat ini sangat penting untuk mengcover kebutuhan yang tak bisa dipenuhi dengan asuransi. Kemudian yang kedua adalah untuk investasi.
Baca juga: Investasi di Infrastruktur Harus Bisa Menjawab Tantangan Ekonomi saat Ini
Namun, dalam menginvestasikan ini juga perlu berhati-hati dan harus memilih yang sifatnya konservatif agar lebih aman. Misalnya adalah dengan memilih jenis instrumen investasi seperti emas hingga deposito.