Lalu jangan lupa untuk menyiapkan asuransi. Khususnya asuransi yang bisa mengcover risiko keuangan tertentu seperti kesehatan dan kematian.
"Jadi kalau mau balance kita harus mendiversifikasi. Jadi punya namun tetap sesuai dengan profil risiko investasi kita. Nah contohnya begini, karena ingin balance dan terdiversifikasi dengan baik anda harus investasi," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (24/9/2020).
Khusus Investasi, agar risiko tersebut bisa diminimalisir, ada baiknya untuk membagi rata uang yang akan diinvestasikan. Misalnya, dengan uang Rp1 juta, maka agar tingkat risikonya rendah maka dibagi ke dalam beberapa instrumen.
"Kalau kita bicara balance, kalau dalam investasi itu sebenarnya terdiversifikasi dengan baik sebenarnya. Maksudnya gini, kalau kita hanya beli saham saja, menjaga likuiditas saja, kita kan tidak mendeversifikasi kita hanya berkonsentrasi," ucapnya.
(Fakhri Rezy)