PALEMBANG - Kerajinan kain songket khas Palembang yang diproduksi di kawasan Jalan Kironggo Wiru Santika 30 Ilir terhantam dampak masa pandemi Covid-19. Namun, para pengrajin tetap membuat kain songket dengan menambah varian masker.
Seperti yang dialami salah satu gerai Kiagus Fikri. Sejak masa pandemi Covid-19, gerai miliknya sepi pembeli, bahkan yang sebelumnya bisa melayani langganan asal Malaysia dan Brunei, kini hanya tinggal hitungan jari.
Baca Juga: Unik, Bisnis Cafe Sambil Edukasi Pengelolaan Sampah
"Penjualannya turun lebih dari 60%, sehingga harus merumahkan sebagian karyawannya. Bahan pemangkasan harga dilakukannya hingga lebih dari 30% demi menjaga asa daya beli masyarakat," ujarnya, dikutip dari iNews, Selasa (6/10/2020).
Dirinya mengaku sempat putus asa, namun pemilik gerai songket tersebut mencoba bangkit dengan tetap memproduksi songket, namun diselingi dengan memproduksi masker songket dan ternyata cukup membantu.