Banyak Orang Menabung, Dirut BTN: DPK Naik 18,17%

Taufik Fajar, Jurnalis
Senin 12 Oktober 2020 13:18 WIB
Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan posisi likuiditas terkuat ditopang pertumbuhan DPK yang positif.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan hingga September 2020, banyak Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masuk ke perseroan. Hingga kuartal III/2020, DPK Bank BTN tercatat tumbuh di level sekitar 18,17% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Baca Juga: 17 Ribu Debitur BTN Ajukan Restrukturisasi Kredit

Selain ditopang berbagai inovasi yang telah Bank BTN lakukan, Pahala menilai adanya quantitative easing (QE) turut menyumbang pergerakan positif DPK.

“Posisi LDR [loan to deposit ratio] kami berada di bawah 95% atau sekitar 93% di September 2020. Ini menjadi salah satu posisi likuiditas terkuat kami saat ini,” jelas Pahala di Jakarta, Senin (12/10).

 Baca Juga: Pelonggaran Kredit, OJK Beri Ruang Gerak Bank dan Leasing

Pahala melanjutkan, sejalan dengan kenaikan DPK tersebut, porsi dana murah (current account savings account/CASA) Bank BTN juga terpantau naik. Kenaikan dana murah pun sejalan dengan target bisnis Bank BTN untuk menggenjot tabungan sesuai hakikat awal perseroan sebagai bank tabungan.

“Secara bertahap kami akan terus meningkatkan porsi dana murah dengan memangkas porsi dana mahal,” ujar Pahala.

 

Seperti diketahui sebelumnya, untuk meningkatkan dana murah, Bank BTN berinovasi dengan menawarkan produk BTN SOLUSI. Produk bundling tersebut menawarkan solusi bagi instansi atau lembaga untuk mengelola payroll karyawannya sekaligus memberikan beragam manfaat seperti fasilitas kredit termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Bank BTN juga berinovasi mengembangkan berbagai jaringan e-channel perseroan seperti mobile banking, internet banking, hingga pengembangan bisnis acquiring.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya