Dia mengakui untuk pembiayaan korporasi memang agak alot penyerapannya sejak diluncurkan. Namun pihaknya sudah bekerjasama dengan Kemenkeu dan Kadin untuk menggenjot serapan pembiayaan serapan korporasi.
“Alhamdulillah saya bisa laporkan bahwa sudah pecah nih. Penglarisnya sudah pecah. Jadi pencarian pertama sudah dilakukan sekitar dua minggu yang lalu ya terhadap salah satu perusahaan ordernya masih puluhan miliar, tapi yang sudah ada di pipeline triliunan itu sudah ada dan diharapkan akan mulai bergulir,” tuturnya
Budi pun berharap di sisa waktu tahun 2020 ini pemerintah dapat memaksimalkan penyaluran sisa anggaran yang ada. Di kuartal IV ini, Budi menargetkan minimal Rp100 triliun anggaran dapat terserap.
“Kami juga memiliki target yang kurang lebih sama dengan kuarta III. Minimal Rp100 triliun kita bisa salurkan melalui program PEN ini. Sehingga bisa membantu, mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke IV ini,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)